Atom

Friday, December 14, 2012

ELIMINASI PADA TUMBUHAN



MAKALAH BIOLOGI
ELIMINASI PADA TUMBUHAN

O
L
E
H
 











KELOMPOK VI
ü AZIMAH                       
ü NUR FAEDAH
ü DASRIANTI                          
ü NURNANENGSIH
ü IRWAN HARIS                      
ü NUR HIDAYAH
ü KRISTIANI

POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR JURUSAN FARMASI
2011/2012




BAB 1

PENDAHULUAN



A. LATAR BELAKANG
Tumbuhan merupakan salah satu makhluk hidup. Dikatakan sebagai makhluk hidup karena  tumbuhanmemiliki ciri-ciri diantaranya: dapat bernafas, berkembangbiak, tumbuh, beradaptasi, memerlukan makan, dan megeluarkan sisa metabolisme tubuh (eliminasi).
eliminasi merupakan salah satu aktivitas pokok yang harus  oleh tumbuhan/tanaman. Karena apabila eliminasi tidak dilakukan tumbuhan akan menimbulkan berbagai macam gangguan sepertikelebihan  air dan tentunya ini berdampak buruk bagi kelangsungan hidup tumbuhan/tanaman tersebut.
     Tumbuhan mengeluarkan cairan dari dalam tubuhnya melalui 3 proses yaitu transpirasi, gutasi, dan pendarahan. Dan ke- proses ini tidaklah sama, ada perbedaan diantaranya baik tempat terjadinya maupun  prosesnya.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka kami (penulis) membuat makalah dengan judul “eliminasi pada tumbuhan”.


B. TUJUAN PENULISAN
Ø  Untuk mengetahui proses terjadinya eliminasi pada tumbuhan
Ø  Mengetahui organ-organ yang berperan dalam eliminasi Tumbuhan
Ø  Mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi eliminasi tumbuhan
Ø  Mengetahui gangguan/masalah kebutuhan eliminasi tumbuhan


C. RUMUSAN MASALAH
Ø  Bagaimana proses terjadinya eliminasi pada tumbuhan ?
Ø  Apa saja faktor yang memengaruhi eliminasi pada
Ø  Apa saja gangguan atau masalah dalam eliminasitumbuhan ?









   PEMBAHASAN

BAB II




Ø ELIMINASI PADA TUMBUHAN
        Tumbuhan tidak hanya mengambil atau menyerap zat dari lingkungannya, tetapi juga mengeluarkan zat kembali kelingkungannya yang disebut pengeluaran zat (eliminasi).
Tumbuhan mengeluarkan cairan dari tubuhnya melalui 3 proses, yaitu  :
A.TRANSPIRASI
Transpirasi adalah proses hilangnya air dalam bentuk penguapan air dari daun dan cabang tanaman (jaringan hidup tanaman) melalui pori – pori daun yakni melalui stomata, lubang kutikula, dan lentisel oleh proses fisiologi tanaman.
Transpirasi berlangsung melalui bagian tumbuhan yang berhubungan dengan udara luar, yaitu luka dan jaringan epidermis pada daun, batang, cabang, ranting, bunga, buah, dan bahkan akar. Cepat lambatnya proses transpirasi ditentukan oleh faktor-faktor yang mampu merubah wujud air sebagai cairan ke wujud air sebagai uap atau gas dan faktor-faktor yang mampu menyebabkan pergerakan uap atau gas.



·         Faktor luar,(lingkungan) yang mempengaruhi transpirasi meliputi :
1.     kelembaban udara
semakin tinggi kelembaban udara maka transpirasi semakin lambat. Pada saat udara lembab transpirasi akan terganggu, sehingga tumbuhan akan melakukan gutasi.
Apabila stomata dalam keadaan terbuka maka kecepatan difusi dari uap air keluar tergantung pada besarnya perbedaan tekanan uap air yang ada di dalam rongga-rongga antar sel dengan tekanan uap air di atmosfer. Jika tekanan uap airdi udara rendah, maka kecepatan difusi dari uap air di daun keluar akanbertambah besar begitu pula sebaliknya. Pada kelembaban udara relatif 50%perbedaan tekanan uap air didaun dan atmosfer 2 kali lebih besar dari kelembabanrelatif 70%.
2.    suhu udara
semakin tinggi suhu maka transpirasi semakin cepat.Kenaikan suhu dari 180 sampai 200F cenderung untuk meningkatkan penguapan air sebesar dua kali. Suhu daun di dalam naungan kurang lebih sama dengan suhu udara, tetapi daun yang terkena sinar matahari mempunyai suhu 100 – 200F lebih tinggi dari pada suhu udara.
3.    intensitas cahaya :
semakin banyak intensitas cahaya maka transpirasi semakin giat.
Cahaya mempengaruhi laju transpirasi melalui dua cara yaitu:
Ø  Sehelai daun yang terkena sinar matahari langsung akan mengabsorbsi energi radiasi.
Ø  Cahaya tidak selalu berbentuk cahaya langsung dapat pula mempengaruhi transpirasi melalui pengaruhnya terhadap buka-tutupnya stomata, dengan mekanisme tertentu.
4.    kecepatan angin
semakin kencang angin maka transpirasi semakin cepat.Angin cenderung untuk meningkatkan laju transpirasi, baik didalam naungan atau cahaya melalui penyapuan uap air.dengan demikian terhadappenurunan laju transpirasi, cenderung menjadi lebih penting daripada pengaruhnya terhadap penyingkiran uap air.
5.    kandungan air tanah
Jika kandungan air tanah menurun, sebagai akibat penyerapan oleh akar, gerakan air melalui tanah ke dalam akar menjadi lebih lambat.Hal ini cenderung untuk meningkatkan defisit air pada daun dan menurunkan laju transpirasi lebih lanjut.

·         Selain faktor lingkungan, factor lain yang perlu untuk diperhatikan yaitu
sebagai barikut:
Ø  stomata: jumlah per satuan luas, letak stomata (permukaan bawah atau  atas daun, timbul/tenggelam), waktu bukaan stomata
Ø  daun: berbulu/tidak, warna daun(kandungan klorofil daun), posisinya menghadap matahari secara langsung atau tidak.
Ø  ukuran (luas) dauntebal tipisnya daun
Ø  ada tidaknya lapisan lilin pada permukaan daun.Lapisan lilin berfungsi untuk melindungi daun dari penguapan yang berlebihan dan gangguan serangga.
·         Hal-hal ini semua mempengaruhi kegiatan transpirasi
Ø  Bentuk serta distribusi stomata
Lubang stomata yang tidak bundar melainkan oval itu ada sangkut paut dengan intensitas pengeluaran air. Juga yang letaknya satu sama lain di perantaian oleh suatu juga jarak yang tertentu itu pun mempengaruhi intensitas penguapan. Jika lubang-lubang itu terlalu berdekatan maka penguapan dari lubang yang satu malah menghambat penguapan dari lubang yang berdekatan.
Ø  membuka dan menutupnya stomata
mekanisme mebuka dan menutupnya stomata berdasarkan suatu perubahan turgor itu adalah akibat dari perubahan nilai osmosis dari isi sel-sel penutup.
Ø  banyaknya stomata
pada tanaman darat umumnya stomata itu kedapatan pada permukaan daun bagian bawah. Pada beberapa tanaman permukaan atas dari daun pun mempunyai stomata juga. Temperatur berpengaruh pada membuka dan menutupnya stomata. Pada banyak tanaman stoma tidak berserdia membuka jika temperatur ada disekitar 0 derajat celcius
.
·         Transpirasi daun dibedakan sebagai berikut:
Ø  Transpirasi kutikula, yaitu penguapan melalui permukaan daun dengan menembus epidermis dan kutikula.
Ø  Transpirasi substomata, yaitu penguapan melalui stomata dalam keadaan tertutup.
Ø  Transpirasi stomata, yaitu penguapan melalui stomata.
·         Proses transpirasi
Dalam proses transpirasi, air diangkut dari tanah melalui akar-akar tanaman menujudaun dengan aksi osmosis dan capillary. Air menguap dari permukaan dedaunan danmenyebabkan kabut di udara. Dikarenakan ukuran-ukuran hidrologis, fenomena iniseringkali dikesampingkan dan disamakan dengan penguapan dikarenakan keduaproses ini sangat sulit dibedakan dengan menggunakan teknik pengamatan sederhanaterhadap wilayah daratan yang berbeda-beda karakteristiknya.
Proses menyeluruhpelepasan uap air ke udara dari permukaan daratan oleh proses evaporasi dantranspirasi diistilahkan evapotrasnpirasi.
Namun pada tanaman-tanaman yang sangat tinggi, yang berperan paling
penting adalah tarikan transpirasi. Dalam proses ini, ketika air menguap dari sel mesofil, maka cairan dalam sel mesofil akan menjadi semakin jenuh. Sel-sel ini akan menarik air melalu osmosis dari sel-sel yang berada lebih dalam di daun. Sel-sel ini pada akhirnya akan menarik air yang diperlukan dari jaringan xylem yang merupakan kolom berkelanjutan dari akar ke daun. Oleh karena itu, air kemudian dapat terus dibawa dari akar ke daun melawan arah gaya gravitasi, sehingga proses ini terus menerus berlanjut.Proses penguapan air dari sel mesofil daun biasa kita sebut dengan proses transpirasi. Oleh itu, pengambilan air dengan cara ini biasa kita sebut dengan proses tarikan transpirasi.
       Selama akar terus menerus menyerap air dari dalam tanah dan transpirasi terus terjadi, air akan terus dapat diangkut ke bagian atas sebuah tanamanProses transpirasi ini selain mengakibatkan penarikan air melawan gaya gravitasi bumi, juga dapat mendinginkan tanaman yang terus menerus berada di bawah sinar matahari. Mereka tidak akan mudah mati karena terbakar oleh teriknya panas matahari karena melalui proses transpirasi, terjadi penguapan air dan penguapan akan membantu menurunkan suhu tanaman. Selain itu, melalui proses transpirasi, tanaman juga akan terus mendapatkan air yang cukup untuk melakukan fotosintesis agar keberlangsungan hidup tanaman dapat terus terjamin.
Sebagian besar transpirasi berlangsung melalui stomata sedang melalui kutikula daun dalam jumlah yang lebih sedikit. Transpirasi terjadi pada saat tumbuhan membuka stomatanya untuk mengambil karbon dioksida dari udara untuk berfotosintesis.Lebih dari 20 % air yang diambil oleh akar dikeluarkan ke udara sebagai uap air. Sebagian besar uap air yang ditranspirasi oleh tumbuhan tingkat tinggi berasal dari daun selain dari batang, bunga dan buah.Transpirasi menimbulkan arus transpirasi yaitu translokasi air dan ion organik terlarut dari akar ke daun melalui xilem.
Antitranspiran merupakan suatu senyawa kimia yang diberikan kepada tanaman dengan tujuan untuk menurunkan laju transpirasi dengan mekanisme kerja yang melalui penutupan lubang stomata oleh partikel tertentu maupun dengan mendorong berlangsungnya mekanisme fisiologis yang menyebabkan stomata menutup namun harganya sangat mahal dan belum ada yang efektif untuk menurunkan laju transpirasi.
·         Dampak negative transpirasi
Transpirasi dapat membahayakan tanaman jika lengas tanah terbatas, penyerapan air tidak mampu mengimbangi laju transpirasi,Ψw sel turun,Ψp menurun, tanaman layu, layu permanent, mati, dan mengakibatkan hasil tanaman menurun. Hal ini Sering terjadi di daerah kering, perlu irigasi, meningkatkan lengas tanah, pada kisaran layu tetap – kapasitas lapangan .
·         peranan transpirasi yakni:
Ø  Pengangkutan air ke daun dan difusi air antar sel
Ø  Penyerapan dan pengangkutan air, hara
Ø  Pengangkutan asimilat
Ø  Membuang kelebihan air
Ø  Pengaturan bukaan stomata
Ø  Mempertahankan suhu daun
·         Adapun jenis- jenis dari suatu proses transpirasi yaitu sebagai berikut:
Ø  Stomater : 80-90% total transpirasi
Ø  Kutikuler: 20% total transpirasi
Ø  Lentikuler : 0,1% total transpirasi

·         Adaptasi tumbuhan terhadap transpirasi
Tumbuhan seperti pohon jati dan akasia mengurangi penguapan dengan cara menggungurkan daunnya di musim panas.Pada tumbuhan padi-padian, liliacea dan jahe-jahean, tumbuhan jenis ini mematikan daunnya pada musim kemarau. Pada musim hujan daun tersebut tumbuh lagi.
Contoh kaktus: Melocactus curvispinus.

Tumbuhan yang hidup di gurun pasir atau lingkungan yang kekurangan air (daerah panas) misalnya kaktus, mempunyai struktur adaptasi khusus untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Pada tumbuhan yang terdapat di daerah panas, jika memiliki daun maka daunnya berbulu, bentuknya kecil-kecil dan kadang-kadang daun     berubah menjadi duri dan sisik.


B. GUTASI
Gutasi adalah pengeluaran air dalam bentuk tetes-tetes air melalui celah-celah tepi atau ujung tulang tepi daun yang disebut hidatoda/ gutatoda/ emisarium. Terjadi pada suhu rendah dan kelembaban tinggi sekitar pukul 04.00 sampai 06.00 pagi hari.Di alami pada tumbuhan famili Poaceae (padi, jagung, rumput, dll).terjadi pada saat petang hingga pagi hari. Karena pada waktu itu Angin tidak berhembus kencang dan sinar matahari hampir tidak ada.

Istilah gutasi pertama kali dipakai oleh Burgerstein. Gutasi terjadi saat kondisi tanah sesuai sehingga penyerapan air tinggi namun laju penguapan/ transpirasi rendah maupun ketika penguapan air sulit terjadi karena tingginya kelembaban udara. Proses gutasi terjadi pada struktur daun mirip stomata yang bernama hidatoda. Gutasi dapat diamati dengan munculnya tetes-tetes air di tepi daun yang tersusun teratur.

Tingkat terjadinya gutasi sangat rendah dibandingkan dengan transpirasi.Gutasi juga lebih jarang diobservasi daripada transpirasi.Titik-titik air di tepi daun yang terjadi akibat gutasi di pagi hari sering disalahartikan sebagai embun.
·         Proses terjadinya Gutasi
 Proses terjadinya Gutasi pada tanaman sangat mungkin terjadi hanya menjelang pagi hari. Hal ini sangat berkaitan dengan proses fontosintesis yang membuahkan O2 (oksigen) dan energi dari pembongkaran glukosa dan carbondioksida.(CO2 + H2O C6H12O6 + O2 + energi ) .
Sedangkan gutasi yang terjadi pada tanaman adalah hasil dari serapan akar yang di bawa oleh jaringan silem maupun floem dalam mobilitas metabolisme tanaman, terutama pada proses respirasi ( pernapasan) kebalikan dari proses fotosintat. Dari jaringan angkut yang di wakili oleh akar batang dan daun ini membawa partikel air dan hara dari dalam media yang tersedia, berupa kation-kation dari unsur gizi tanaman C,H,N,S,P,O,Kdan lainya berupa mineral, termasuk sebagian besar berupa mineral air. Sehingga ketika kandungan air tadi sampai pada jaringan daun, maka stomata daun akan menerima rangsangan dari tekanan angkut oleh proses respirasi, perlu di ingat bahwa hukum yang berlaku adalah pengaruh osmosis dari suhu lingkungan yang beda ekstrim.
 ketika siang hari suhu tinggi tanaman melakukan metabolisme yang lebih sempurna, artinya simpanan kandungan air terpakai secara maksimal, sedangkan suhu rendah ( malam hari ) mulai melepas, sehingga di pagi fajar akan mengeluarkan kelebihan muatan uap air secara internal lewat stomata daun dan pengaruh grafitasi. Sangat mungkin terjadi dukungan dari kumpulan embun pagi.
Dari proses ini terjadilah gutasi yakni Kumpulan air yang keluar dari stomata berupa tetesan-tetesan air yang sering kita lihat di ujung daun kebawah tanah atau titik-2 kumpulan air pada permukaan daun.
Pengeluaran air melalui proses gutasi terjadi akibat adanya tekanan positif akar. Meskipun ketika laju transpirasi rendah, akar terus menyerap air dan mineral sehingga air yang masuk ke jaringan lebih banyak daripada yang dilepaskan keluar. Kondisi yang tidak mendukung terjadinya tekanan akar seperti suhu dingin dan tanah yang kering menghambat terjadinya gutasi. Kekurangan mineral juga diketahui memengaruhi proses gutasi.
Bila transpirasi terjadi pada stomata, maka gutasi terjadi pada struktur khusus bernama hidatoda. Hidatoda seringkali disebut sebagai stomata air. Hidatoda terletak di ujung dan sepanjang tepi daun. Oleh karena itulah, titik-titik air akan terlihat di ujung dan tepi daun.
Titik-titik air yang keluar dari jaringan daun melalui proses gutasi bukanlah air murni. Berbagai senyawa diketahui terlarut di dalamnya. Beberapa senyawa yang ditemukan terlarut dalam titik-titik air tersebut adalah enzim, gula, asam amino, vitamin, serta mineral seperti P, K, Na, Mg, dan Fe.

·         Efek gutasi bagi tanaman

Gutasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kelangsungan hidup tumbuhan. Namun kadangkala, gutasi diketahui dapat menyebabkan luka pada daun. Hal ini diakibatkan oleh penumpukan garam yang terjadi bila titik-titik air di tepi daun telah menguap. Kondisi tersebut membuat patogen seperti bakteri dan fungi dapat menyerang jaringan daun.
·         Perbedaan gutasi dan transpirasi
Beberapa perbedaan utama gutasi dan transpirasi adalah:
Faktor Pembeda
Gutasi
Transpirasi
Bentuk air yang dilepaskan
Pelepasan air dari jaringan tumbuhan dalam bentuk titik-titik air (cair)
Pelepasan air dari jaringan tumbuhan dalam bentuk uap air
Kualitas air yang dilepaskan
Air mengandung senyawa-senyawa terlarut dan garam mineral
Air murni
Mekanisme
Air dilepaskan melalui struktur hidatoda menuju ujung pembuluh daun
Air dilepaskan melalui stomata, kutikula, dan/atau lentisel
Regulasi aktivitas
Pembukaan hidatoda tidak dapat diregulasi
Transpirasi melalui stomata diatur oleh sel penjaga
Waktu terjadi
Pada malam atau pagi hari
Pada saat ada sinar matahari (melalui stomata) dan sepanjang hari (melalui kutikula atau














C. PENDARAHAN
Perdarahan adalah pengeluaran air cairan dari tubuh tumbuhan berupa getah yang disebabkan karena luka atau hal-hal lain yang tidak wajar.Misalnya pada penyadapan pohon karet dan pohon aren.

          Contoh Perdarahan pada karet, pada karet kita kenal lateks. Lateks diperoleh  dengan melukai kulit batangnya sehingga keluar cairan kental yang kemudian ditampung. Cairan ini keluar akibat tekanan turgor dalam sel yang terbebaskan akibat pelukaan. Aliran berhenti apabila semua isi sel telah “habis” dan luka tertutup oleh lateks yang membeku.Lateks dibentuk pada permukaan benda-benda kecil (disebut “badan karet”) berbentuk bulat berukuran 5 nm sampai 5 μm yang banyak terdapat pada sitosol sel-sel pembuluh lateks (modifikasi dari floem). Sebagai substratnya adalah isopentenil difosfat (IPD) yang dihasilkan sel-sel pembuluh lateks. Dengan bantuan katalisis dari prenil-transferase, pemanjangan terjadi pada permukaan badan karet yang membawa suatu polipeptida berukuran 14kDa yang disebut “rubber elongation factor” (REF). Sebagai bahan pembuatan starter, diperlukan pula 3,3—dimetilalil difosfat sebagai substrat kedua. Suatu enzim isomerase diperlukan untuk tugas ini.
Lateks dapat mengalir kelur dari pembuluh lateks akibat adanya turgor. Turgor adalah tekanan pada  dinding sel ileh isi sel. Banyak sedikitnya isi sel berpengaruh pada sedikit besarnya tekanan pada dinding sel. Semakin banyak isi sel semakin besar pula tekanan pada dindsing sel. Tekanan yang besar akan memperbanyak lateks keluar dari pembuluh lateks.oleh sebab itu penyadapan sebaiknya dilakukan ketika tek. Turgor masih tinggi, yaitu saat belum terjadi pengeluaran isi sel melalui penguapan oleh daun atau pada saat matahari belum tinggi.



BABIII


PENUTUP

A.   KESIMPULAN
Proses eliminasi pada tumbuhan  terdiri dari atas 3, yaitu :
Transpirasi adalah pengeluaran air tumbuhan yang berbentuk uap air ke udara bebas. Yang  dipengaruhi oleh beberapa  faktor diantaranya  yakni suhu udara, luas daun, jumlah daun, jumlah stomata, tekanan udara, dan kelembaban.
Gutasi adalah peristiwa pengeluaran air dalam bentuk tetes-tetes air melalui celah-celah yang terdapat pada tepi daun, Hal itu terjadi jika udara jenuh uap air tetapi penyerapan oleh akar sangat intensif.
Perdarahan adalah pengeluaran zat oleh tumbuhan ke lingkungannya melalui luka atau hal-hal lainnya yang tidak wajar. Misalnya, penyadapan pohon karet, dan pohon aren.

note : kalau ada yang kurang jelas, tanyakan saja di kolom komentar ane yah...
          INSYAALLAH ane always on deh,,,, everyday  
          and dengan senang hateee... ane berbagi ilmu
          oh ia,,, powerpoint u/ eliminasi tumbuhan ni klik link dibawah ini
          http://www.slideshare.net/slideshow/embed_code/14745509
          semoga membantu.... 
   



































 

No comments:

Post a Comment