Atom

Tuesday, May 7, 2013

PILULAE (PIL)



mumpung lagi banyak tugas and ujian menggunung, ane refreshing dulu dengan main-main di blog......
secara diri ini lagi stress gara-gara di depak alias diusir secara tidak terhormat dari kandang macan gara-gara laporan blum di ACC (efek dimanjakan di meja 3),
Hiks...hiks....hiks 
(lagi-lagi curcol,....hahaha)
PILULAE (PIL)
-          Farmakope Indonesia Ed. III
-          Pharmacope Belanda  Ed V
-          Ilmu meracik Obat --------- M. Anif
Ilmu Resep ------- Dr. C.F. Van Duin. Ilmu Resep  -------   H.A. Syamsuni,Apt.

Pil adalah suatu sediaan berupa massa bulat, mengandung satu atau lebih bahan obat yang digunakan utk obat dalam.
Bobot pil :         100mg – 500 mg (FI Ed III)
                             100mg – 300mg (N.P.V)
Boli :               > 500mg (FI Ed III)
> 300mg (N.P.V)
Granula:          ≤ 30mg
Parvule :    20 mg

Komponen pil:
1. Zat utama : berupa bahan obat yang memenuhi persyaratan F.I.
2. Zat tambahan yang terdiri dari:
a.       Zat pengisi :  untuk memperbesar  volume massa pil agar mudah dibuat, contoh :akar manis, atau bahan lain yg cocok.
b.      Zat pengikat : untuk memperbesar daya kohesi maupun adhesi massa pil, agar massa pil dapat saling melekat menjadi massa yang kompak, contoh:   sari akar manis, gom akasia, tragakan, camp. bahan tsb atau bahan lain yg cocok.
c.       Zat pembasah : untuk memperkecil sudut kontak ( <900 ) antar molekul, sehingga massa menjadi lembab dan mudah dibentuk, contoh: air, gliserol, sirop, madu, atau campuran bahan lain yg cocok.
d.      Zat penabur: untuk memperkecil/        mengurangi gesekan antara molekul sejenis , sehingga massa pil tidak lengket pada alat pembuat pil  ataukah lengket dengan pil lainnya, contoh: likopodium, talk atau bahan lain yg cocok.
e.       Zat penyalut : fungsinya adalah:
untuk menutupi rasa dan bau yang tidak enak; mencegah perubahan karena pengaruh udara;  atau supaya pil pecah dalam usus (enteric coated pils), contoh:  perak, balsam tolu, keratin, gelatin, gula atau bahan lain yg cocok.

Ada 6 tipe bahan obat yang diberikan secara enterik:
1.         Bhn obat yang dipakai terus menerus dan merangsang selaput lendir lambung, spt:seny. Arsen, antelmintik, digitalis dlsb.
2.         Bhn obat yang menghalangi pencernaan , krn dgn pepsin membentuk seny. yang tdk larut, spt: tannin dan Ag Nitrat
3.         Bhn obat yang terurai oleh asam lambung, seperti : antibiotik golongan penisilin.
4.         Bhn obat yang diharapkan dalam keadaan sepekat mungkin di usus, spt: antiseptik, santonin.
5.         Bhn obat yang mengakibatkan mabuk dan muntah, spt: emetin dan sulfonamide.
6.         Bhn obat yang dikehendaki beraksi lambat, seperti : antispasmodik, antihistamin dan barbiturat.                        

Pemilihan bahan tambahan :
              Jika memungkinkan bobot obat  + pengisi + pengikat dlm tiap pil adalah 100mg – 150mg, rata – rata 120mg (N.P.V)
·         Untuk pil dg jumlah obat yg kecil, digunakan akar manis. 
Jika pengikat dipakai sari akar manis, banyaknya akar manis  sekurang – kurangnya 2X sari akar manis .
Jika jumlah obat besar, kita tdk bebas dlm pemilihan zat pengisi dan pengikat. Disini penggunaan pulvis pro pilulis yg paling cocok.
Untuk bahan obat oksidator dipakai bolus alba sbg pengisi.
·         Untuk pil dgn jumlah obat yg kecil digunakan sari akar manis sbg pengikat sebanyak 2g u/ 60 pil.
·         Penggunaan PGS sebanyak 1 – 1,5 g u/ 60 pil.
·         Penggunaan campuran sari akar manis dan gula sama banyak (pil kina coklat)
·         Penggunaan Adeps Lanae dan Vaseline khusus untuk  :
a.       Bahan oksidator
b.      Bahan obat bereaksi  satu dengan yang lain.
c.       Obat yang terurai oleh air.

Cara pembuatan :
1.      Campur serbuk obat + zat pengisi + zat pengikat dan gerus ad homogen.
2.      Tetesi / masukkan zat pembasah sambil digerus dan ditekan sampai diperoleh massa yang saling mengikat dan plastis.
3.      Massa pil dibuat bentuk batang dg cara digulungkan pd papan kayu datar, sampai sepanjang alat pemotong pil yang dikehendaki, lalu dipotong dg alat pemotong pil  sesuai  jumlah pil yang diinginkan.
Bahan penabur ditaburkan pd massa pil, alat penggulung dan alat pemotong pil, untuk menghindari massa pil melekat pada alat tersebut.
4.      Pil diatas digelindingkan sambil ditekan pada papan pembuat pil sampai bulat. Gunakan zat penabur untuk menghindari melekatnya massa pil  pd alat yg digunakan.
5.      Pil yg besarnya normal dibuat dg 125 mg serbuk tumbuhan.
·         u/ garam normal beratnya = berat serbuk tumbuhan.
·         u/ garam yang berat seperti KI dihitung 1/3 berat garam.
·         u/ Fe Red dan Fe Pulv. dan garam Fe lainnya  beratnya dihitung 1/5.
·         U/ penggunaan bolus dan adeps lanae – sukar pecah --- + Bic. Natric. aa bolus atau Na. Sulfat exsicc 1/3X bolus.
·         Penggunaan vaselin/ A. lanae --- 1/6X berat zat padat.
       Pembuatan pil dengan :
a.       Ekstrak  cair : bila banyak (> 1g) --- uapkan dgn akar manis, lalu tambah sari akar manis.
Bila < 1g --- berfungsi sbg pembasah.
b.      Ekstrak kental : >1,5g / 30 pil --- kebutuhan sari akar manis dikurangi.
c.       Minyak menguap, balsam, ekstrak eteris yg tdk bersifat mengikat ---- cairan diemulsikan dg air baru dibuat pil. Metode yg dipakai :
·         Metode Blomberg (glis dan radix.
u/ m.eteris --- gliserin aa.
Ol. Chenopodii dan Ol. Eucalypti --- gliserin 1,5X.
Balsam --- gliserin ¾ x
Gunakan gliserin bebas air dan radix kering.
·         Metode Succus liq dan gliserin
Zat diemulsikan dg succus dan gliserin aa. Setelah itu gerus sambil ditekan.
d.      Dgn garam yg higroskpis spt NaBr dll + air secukupnya --- gerus sampai larut lalu buat massa pil, dengan bantuan bhn pengisi dan pengikat.
Sbg pembasah jangan pakai air gliserin.
Pil yg dibuat dg akar manis tanpa penambahan lain a.l adalah :
1.   Ichtiol : massa pil jangan terlalu keras; massa + radix -- ± dlm bobot yg sama.
2.   Sari – sari kental
3.   Pix liquida
4.   Dll

Penyalutan pil berguna untuk
a.       Menutupi rasa dan bau tdk enak.
b.      Melindungi isi terhadap pengaruh udara.
c.       Mencegah pil pecah dlm lambung.

Syarat pil menurut F.I. III :
a.       Pd penyimpanan bentuknya harus tetap, tdk begitu keras shg dapat hancur dlm saluran pencernaan.
Pil salut enterik disalut secara khusus, shg tdk hancur dlm lambung tetapi hancur dlm usus halus.
b.      Memenuhi keseragaman bobot (lihat F.I. Ed. III)
c.       Memenuhi waktu hancur sesuai Farmakope (lihat F.I. Ed. III).

Penyimpanan pil :
Sesuai dengan cara penyimpanan tablet dengan memperhatikan sifat zat tambahan yang digunakan.
Granula.
Granula a/ pil kecil yg bobotnya ≤ 30mg dan mengandung 1mg bahan berkhasiat, kecuali dinyatakan lain.
Pembuatan granul  = Pilulae
       Pengikat / pengisi yg digunakan u/ setiap granul adalah:
1.        22mg Saccharum pulv dan 3mg                        PGS.
2.                       20mg Lactosum dan 5mg PGA.
3.                       5mg Succus dan 20mg radix.

Jika diminta
a.       5mg sari kental/ granul dikerjakan sesuai dg no 3, succus dikurangi 100mg/ 60 granul.
b.      10 mg sari kental --- penambahan succus dihilangkan.
c.       1g sari kental u/ 60 ganul, maka hanya di tambah radix 800mg. jika lembab --- dipanaskan di atas Waterbad.
d.      Granul dg bahan mengoksid dibuat dg bolus alba dan vaselin, dan diambil 1,1g bolus + 0,5g vaselin / 60 granul.




No comments:

Post a Comment